
Kayangan- Dalam rangka meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi peserta didik, SMAN 1 Kayangan akan selenggarakan PTS yang terintegrasi dengan AKM. Upaya mengintegrasikan PTS dengan AKM ini dibahas dalam rapat persiapan PTS di ruang guru pada Sabtu, 12 Februari 2023. Kepala SMAN 1 Kayangan, Moch. Fatkoer Rohman saat menyampaikan pengantar rapat menjelaskan bahwa AKM berbeda dengan penilaian-penilaian pada umumnya, baik Penilaian Tengah semester (PTS) maupun Penilaian Akhir Semester (PAS), “ Jika pada PTS maupun PAS yang dinilai adalah kontent materi pelajaran, namun pada AKM yang dinilai adalah kemampuan mendasar yang dibutuhkan oleh semua peserta didik untuk bisa mengembangkan diri dan berkontribusi positif dalam masyarakat, yakni kemampuan literasi dan numerasi” jelas Fatkoer.

Fatkoer juga memaparkan bahwa sejak digantinya Ujian Nasional dengan Asesmen Nasional pada tahun 2020 lalu, maka yang menjadi salah satu parameter kualitas suatu satuan Pendidikan adalah nilai Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) yang terdiri dari tes kemampuan literasi dan numerasi. Selain itu, dengan adanya transformasi masuk perguruan tinggi negeri yang diluncurkan oleh Kemendikbudristek melalui Merdeka Belajar Episode 22, kini tes masuk perguruan tinggi negeri tidak lagi berupa tes mata pelajaran, akan tetapi berupa tes skolastik yang terdiri dari potensi kognitif, literasi Bahasa Indonesia, Literasi Bahasa Inggris, serta kemampuan numerasi.

Oleh karena itu Fatkoer berharap guru-guru SMAN 1 Kayangan terus belajar dan meningkatkan kemampuan dalam mengelola pembelajaran, terutama dalam membuat perangkat penilaian yang mengintegrasikan soal-soal literasi dan numerasi kedalam konten materi pelajaran.
“Mulai saat ini Bapak/Ibu harus belajar membuat soal literasi dan numerasi yang terintegrasi kedalam konten mata pelajaran yang Bapak/Ibu ajarkan” pinta fatkoer kepada Bapak/Ibu guru SMAN 1 Kayangan.
Fatkoer menegaskan bahwa yang sering kali disalahfahami adalah soal literasi hanya berlaku pada materi Bahasa Indonesia, akan tetapi sejatinya soal literasi dapat disesuaikan dengan konteks mata pelajaran, misalnya literasi biologi, literasi kimia, literasi geografi dan lain sebagainya. Berangkat dari hal tersebut, mulai tahun 2023 ini para guru sepakat untuk menyusun perangkat soal penilaian yang mengintegrasikan soal literasi dan numerasi sesuai konteks materi pelajaran baik pada penilaian Tengah Semester (PTS), penilaian harian maupun ujian sekolah, dengan harapan peserta didik terbiasa berfikir logis dan kritis serta terbiasa mengerjakan soal-soal literasi dan numerasi sesuai sekema asesmen pada merdeka belajar.




