
Senin, 11 Desember 2023, pukul 09.00 WITA
SMAN 1 Kayangan menggelar Pameran Karya Siswa sebagai hasil dari Proyek Presisi (Penguatan Karakter Siswa Mandiri Melalui Karya Seni), sebuah inovasi dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) Direktorat Kebudayaan. Kegiatan ini bertujuan untuk menguatkan karakter siswa melalui ekspresi seni. Sebagai sekolah yang dipercaya melaksanakan program ini, SMAN 1 Kayangan menyelenggarakan pameran tersebut pada Senin, 11 Desember 2023, pukul 09.00 WITA di Laboratorium IPA SMAN 1 Kayangan.
Dua siswa berbakat, Alpiola Parantika dan Faradila Sauban dari kelas XII MIPA 2, turut serta dalam pameran ini. Alpiola mempresentasikan karyanya berupa film dokumenter berjudul “Partisipasi Pemuda dalam Rangkaian Tradisi Maulid Adat Wet Sesait”. Melalui karyanya, Alpiola berupaya menanamkan nilai-nilai kearifan lokal, mengajak pemuda untuk memiliki kebanggaan terhadap budaya lokal, dan tetap teguh terhadap nilai-nilai tradisional di tengah arus perubahan zaman.
Faradila Sauban, dengan kepiawaiannya dalam seni batik, memamerkan karya batik tulis bermotif bunga kamboja. Melalui batiknya, Faradila ingin menyampaikan pesan mendalam tentang makna kematian dan kehidupan. Bunga kamboja yang dihadirkan dalam karyanya melambangkan kematian, sekaligus kesucian dan ketulusan. Melalui karyanya, Ia berpesan kepada setiap orang untuk bersiap menghadapi kematian dengan mempersiapkan bekal yang cukup dan menjaga ketulusan hati dalam setiap pengabdian.
Acara ini dihadiri oleh kepala sekolah, wakil kepala sekolah, pembina osis, guru pendamping Proyek Presisi, fasilitator Presisi, perwakilan dewan guru, serta perwakilan siswa dan orang tua wali siswa. Ahmad Sibawaihi, S.Pd., sebagai fasilitator Presisi, memberikan pengantar awal sebelum dibuka oleh Kepala SMAN 1 Kayangan, Moch. Fatkoer Rohman.
Kegiatan dimulai dengan pembukaan, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan “Indonesia Raya”. Fasilitator Presisi, Muhammad Sibawaihi, memberikan pengantar, disusul pembukaan resmi oleh Kepala SMAN 1 Kayangan, Moch. Fatkoer Rohman. Setelah itu, kedua siswa mempresentasikan hasil karyanya, dilanjutkan dengan apresiasi hasil karya dan penutup.
Selama acara apresiasi, peserta dan hadirin memiliki kesempatan untuk menyaksikan secara langsung film dokumenter dan karya batik. Tak hanya itu, mereka juga diajak untuk mencoba membuat batik pada sehelai kain yang telah disiapkan. Kegiatan ini berhasil menciptakan suasana interaktif dan inspiratif bagi semua peserta.
Dalam kesempatan ini, Kepala SMAN 1 Kayangan, Moch. Fatkoer Rohman menyampaikan apresiasi yang luar biasa atas keberhasilan program ini, “ Projek Presisi ini telah secara nyata dapat meningkatkan karakter, kompetensi dan literasi siswa. Melalui projek ini karakter siswa dapat terbentuk, kompetensi siswa dapat terbangun antara lain Kreatif, Kritis, Komunikasi dan Kolaborasi. Melalui kegiatan ini juga siswa dilatih untuk meningkatkan literasi, dimana siswa melakukan riset, studi literatur dalam pembuatan karya ” Ungkap Fatkoer.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala SMAN 1 Kayangan juga menyampaikan terima kasih kepada fasilitator dan guru-guru pendamping yang telah mengawal, mendampingi dan menyelesaikan program ini dengan baik. Nova Apriliani, S.Pd. dan Fuji Ruhita Arfiani selaku koordinator projek, mengakui bahwa untuk sampai pada titik akhir ini banyak melalui tantangan yang dapat dijadikan sebagai pembelajaran berharga, baik bagi guru-guru pendamping maupun siswa sebagai subjek kegiatan presisi ini.
Pameran Karya Siswa “Projek Presisi” di SMAN 1 Kayangan menjadi bukti konkret bahwa seni memiliki peran penting dalam membangun karakter siswa. Semoga, melalui kegiatan seperti ini, semakin banyak siswa yang terinspirasi untuk mengembangkan potensi kreatif mereka dan menguatkan karakter melalui karya seni yang bermakna.




