
Usai pelaksanaan ujian sekolah, aktivitas dan semangat belajar peserta didik di SMAN 1 Kayangan tak lantas mereda, Senin 20 Maret 2023, bertempat di Musholla sekolah, para peserta didik terlihat antusias mengikuti dan menyimak kajian persiapan menghadapi bulan ramadhan.
Kajian ini merupakan rangkaian agenda kunjungan pengurus Cabang NU Lombok Utara ke SMAN 1 Kayangan dalam rangka memberikan edukasi dan penguatan kepada peserta didik agar mempersiapkan diri dengan sungguh sungguh dalam menghadapi bulan Ramadhan.
Selaku penceramah, Dr. H. Lalu Mukhsin Efendi MA mengajak peserta didik dan bapak/ibu guru yang turut hadir dalam kajian ini, untuk bersyukur kepada Allah dan senantiasa berdoa semoga nikmat hidayah berupa keimanan dan keislaman tetap melekat . Sebab, jelas beliau, tanpa nikmat tersebut, seseorang tidak akan lagi dikatakan sebagai orang islam lebih-lebih dikatakan sebagai orang beriman.
Menyinggung soal bulan Ramadhan, Kader NU Lombok Utara yang sekaligus sebagai sekretaris Pengurus NU Provinsi Nusa tenggara Barat ini menegaskan kepada peserta didik bahwa, seandainya seseorang mengetahui keberkahan bulan Ramadahan pasti orang tersebut akan berdo’a kepada Allah, memohon agar bulan-bulan yang lainnya adalah bulan Ramadhan.
” Mun te taok, mun ita pada nawang keberkahan bulan Ramadhan, kemuliaan bulan Ramadhan, pasti ite nunas timpak De Kaji Allah Ta’ala, ‘Ya Allah jadikan 12 bulan itu bulan ramadhan’ saking mulianya. Karena tidak ada dalam bulan-bulan yang lain apa sik arak lek dlam bulan ramadhan ” tegasnya dengan penuturan bahasa indonesia bercampur Bahasa Sasak Lombok Utara.
Menyikapi hal tersebut, peserta didik dihimbau untuk bener-benar serius dalam mempersiapkan diri agar mendapatkan keberkahan bulan Ramadhan. Menurut putra tulen KLU yang kini aktif sebagai dosen UIN Mataram tersebut, bahwa persiapan diri menghadapi bulan ramadhan dimulai dengan menyiapkan fikiran.

” Persiapkan diri kita, persiapkan fikiran kita, berfikirlah bahwa sesungguhnya ramadhan tahun ini jangan-jangan menjadi yang terakhir, jadikanlah ramadhan tahun ini seolah-olah menjadi ramadhan terakhir bagi kita” himbau beliau kepada pesrta didik dan bapak/ibu guru yang hadir.
Dengan menyetting fikiran seperti itu, menurut beliau insya Allah akan nemotivasi kita lebih sungguh-sungguh dalam menjalankan ibadah puasa.
Setelah menyiapkan fikiran, maka beliau menekankan kepada peserta didik agar mempersiapkan bekal ilmu mengenai amalan-amalan ramadhan agar ibadah yang dilaksanakan diterima oleh Allah SWT dan tidak termasuk ibadah yang sia-sia belaka.
Usai menyampaikan materi kajian, penceramah mengajak seluruh peserta didik melantunkam sholawat dan selanjutnya ditutup dengan lafaz hamdalah.
Diharapkan dengan kegiatan tersebut dapat menjadi nasihat, penyemangat dan sebagai bekal ilmu bagi peserta didik maupun warga sekolah dalam memepersiapkam diri menghadapi bulan ramadhan, bulan dimana kita mendidik diri agar lebih baik dari sebelumnya.





