
Jumat, 26 Desember 2022
Editor :Tim Media SMAN 1 Kayangan
Kayangan- Dalam rangka menurunkan angka stunting di Provinsi Nusa Tenggara Barat, khususnya di Desa Kayangan, Kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Utara, Warga SMAN 1 Kayangan melaksanakan kegiatan aksi sosial berupa donasi bahan makanan berprotein kepada anak-anak usia balita yang terindikasi stunting dengan kategori gizi kurang. Moch. Fatkoer Rohman, S.Pd. selaku kepala sekolah menyatakan bahwa kegiatan ini juga dilakukan untuk melatih kepedulian sosial warga sekolah terutama peserta didik sebagai bagaian dari proses penanaman karakter profil pelajar pancasila,
“Kegiatan penyaluran bahan makanan berprotein ini kita tujukan untuk membantu mengurangi angka stunting di NTB, khususnya di Kecamatan Kayangan. selain itu, kegiatan ini juga ditujukan untuk melatih kepedulian sosial bagi peserta didik” ungkapnya.

Kegiatan aksi sosial SMAN 1 Kayangan dalam upaya menekan angka stunting ini dimulai dengan pengumpulan donasi, baik oleh peserta didik, guru maupun staf tata usaha yang dilakukan sejak 23 Desember lalu. Kemudian pada Jumat, 30 Desember 2022, sekitar pukul 09.00 WITA bertempat di SMAN 1 Kayangan, bantuan disalurkan kepada keluarga penerima manfaat (KPM) sesuai data by name by address (BNBA) yang bersumber dari Puskesmas Kayangan selaku pusat pembangunan kesehatan masyarakat. Paket bantuan bahan makanan berprotein yang diberikan kepada setiap KPM berupa 1 trai telur ayam, 1 kilogram ikan laut segar, sekitar 1,5 kilogram buah apel dan 2 kotak susu.
Penyaluran donasi tersebut didukung dan dihadiri oleh Camat Kayangan, Siti Rukaiyah,S.Pt. dan Kepala Puskesmas Kayangan, I Nyoman Suratha, S.Kep.. Saat mememberikan, Siti Rukaiyah berpesan kepada para orang tua balita penerima bantuan supaya kreatif dalam menyajikan makanan agar nafsu makan anak-anak meningkat, beliau juga menegaskan bahwa makanan bergizi tidak selalu harus mahal.
“ Ibu-Ibu tidak harus mengeluarkan uang banyak agar bisa menyiapkan makanan bergizi untuk anak-anak kita. Cukup dengan sayur kelor dan telur, ibu-ibu sudah bisa menyiapkan makanan bergizi, namun ibu-ibu harus kreatif dalam menghidangkannya, misalnya dengan menambahkan hiasan dan memberi bentuk pada makanan sesuai dengan yang disenangi anak-anak agar anak-anak tertarik untuk menyantapnya.” pesan Siti Rukaiyah kepada KPM yang hadir.
Lebih lanjut, Kepala Puskesmas Kayangan, I Nyoman Suratha menambahkan bahwa salah satu faktor yang dapat mengurangi nafsu makan anak adalah anak-anak sering diberikan snack yang mengandung pewarna, bahan pengawet dan MSG.
“Anak-anak kita tolong jangan sering dikasih makan snack, karena snack ini biasanya banyak mengandung pewarna, pengawet dan MSG. Inilah yang membuat anak-anak kita nafsu makannya berkurang yang berdampak pada kurangnya pemenuhan gizi sehingga berakibat stunting”, imbuhnya.

I Nyoman Suratha juga memaparkan bahwa angka stunting di Kecamatan Kayangan mencapai 32% , lebih tinggi dari rata-rata stunting Lombok Utara yang berada di kisaran 22,94%pada tahun 2022. Melalui kesempatan tersebut, I Nyoman Suratha dan Siti Rukaiyah memberikan apresiasi atas inisiatif SMAN 1 Kayangan dalam berpartisipasi menekan angka stunting di Kecamatan Kayangan, mereka berharap dengan partisipasi semua pihak target menurunkan angka stunting di Kecamatan Kayangan menjadi 14% pada tahun 2024 dapat tercapai. Atas dasar niat dan komitmen warga sekolah untuk saling membantu, hampir tidak ditemui kendala dalam pelaksanaan kegiatan aksi sosial ini, baik saat pengumpulan donasi maupun penyalurannya. Melalui kegiatan ini, Moch. Fatkoer Rohman berharap SMAN 1 Kayangan dapat membantu masyarakat untuk pemenuhan gizi sehingga mampu mengurangi angka stunting di Kecamatan Kayangan.




