
Paradigma penilaian kini mulai berkembang, yang semula penilaian dilakukan hanya untuk melihat tingkat penguasaan murid terhadap suatu materi (sumatif), kini di kurikulum merdeka penilaian juga dilakukan untuk melihat kesiapan murid dalam menerima materi yang dikenal dengan asesmen diagnostik, serta penilaian untuk evaluasi proses pembelajaran (asesmen formatif).
Sebagai sekolah penggerak, SMAN 1 Kayangan mendapat amanah untuk menjalankan kurikulum Merdeka mulai tahun pelajaran 2022/2023. Sehingga salah satu konsekuensinya, sekolah menerapkan pembelajaran sesuai dengan tuntutan kurikulum merdeka, diantaranya memberikan asesmen diawal pembelajaran kepada murid. Asesmen ini dimaksudkan untuk melihat kemampuan awal yang dimiliki oleh murid terkait dengan kompetensi prasyarat yang diperlukan untuk mempelajari suatu materi pelajaran. Adapun kompetensi yang dimaksudkan adalah kemampuan literasi, numerasi juga psikologi belajar murid.

Sebagai salah satu instrumen yang digunakan dalam asesmen diagnostik ini, guru memanfaatkan fasilitas asesmen pada Platform Merdeka Mengajar . Tidak hanya itu, sekolah juga membuat instrumen lain sesuai kebutuhan guru dalan memahami muridnya, diantaranya tes gaya belajar murid.
Output dari asesmen ini berupa informasi yang diperoleh oleh guru tentang murid yang diajarnya, sehingga guru dapat memberikan perlakuan yang khusus pada tiap-tiap murid atau dikenal dengan istilah diferensiasi dalam proses pembelajaran.




