
Sabtu, 23 April 2022
Selama bulan Ramadhan, kegaitan imtaq rutin dilaksanakan, 4 hari imtaq gabungan, dan 2 hari imtaq di tiap-tiap kelas setiap pekan. Kegiatan imtaq diisi dengan pembacaan ayat-ayat suci alqur’an dan tausyiah. Tausyiah selama bulan ramadhan ini biasanya disampaikan oleh siswa/i perwakilan kelas dan Bapak/Ibu guru, namun kali ini tausyiah disampaikan oleh tamu spesial, yakni syaikh asal Palestina, Ahmad Sbaikh.
Kedatangan Syeikh Asal Palestina yang merupakan seorang imam masjid di Gaza dan juga hafidz qur’an 30 juz ini dalam rangka safari dakwah yang diagendakan sekolah bekerjasama dengan salah satu Nongoverment Organisation (NGO) ABADI yang bergerak dalam bidang kemanusiaan khusus untuk warga Palestina. Dalam kesempatan sapari dakwah ini, Syaikh Ahmad Sbaikh berpesan kepada seluruh siswa/i dan seluruh hadirin sebagai insan yang mentauhidkan Allah dan membenarkan kerasulan Muhammad SAW untuk senantiasa bersungguh-sungguh menjalankan syariat agama islam yang salah satunya kita laksanakan pada bulan yang penuh berkah ini yakni puasa pada bulan Ramadhan agar mencapai derajat insan muttaqin.

Selanjutnya beliau mengutip pesan syaidina Lukman kepada anaknya yang termaktub dalam al-qur’an, Q.S. Lukman yang intinya beliau berpesan kepada seluruh hadirin untuk senantiasa menegakkan sholat, karena sesungguhnya sholat dapat mencegah diri dari perbuatan keji dan mungkar serta berpesan untuk senantiasa bersabar terhadap segala apa yang menimpa diri-diri kita.

Kesungguhan kita dalam menjalankan syariat merupakan upaya untuk memperbaiki pribadi kita masing-masing, namun perbaikan ini tetntu tidaklah cukup hanya untuk diri pribadi, akan tetapi bagamana perbaikan ini dapat ditularkan kepada orang-orang di sekitar kita, masyarakat banyak bahkan dunia.
Nasihat selanjutnya disampaikan khusus untuk siswa/i sebagai generasi muda, beliau myampaikan salah satu hadist tentang empat perkara yang ditanyakan kepada setiap manusia di yaumil hisab kelak, yakni tentang umur, masa muda, ilmu, dan harta. Syaikh dalam hal ini menggaris bawahi tentang masa muda. Bahwa masa muda dipisahkan dari perkara umur dikarenakan pada masa ini seorang manusia diberikan berbagai kelebihan-kelebihan mulai dari kekuatan fisik, semangat dan sebagainya. Sehingga mengajak siswa/i untuk menjaga masa muda dalam ketaatan kepada Allah SWT berupa ketaatan beribadah, menuntut ilmu serta menggunakan waktu yg dimiliki untuk hal-hal positif.
Usai menyampaikan Tausyiah, dilanjutkan dengan penyampaian materi tentang kepalestinaan oleh salah seorang ustadz dari Amal Bakti Dunia Islam (ABADI). Ustadz menyampaikan bahwa Palestina merupakan negara satu-satunya di dunia yang saat ini masih terjajah sejak lebih dari 100 tahun yang lalu. Akibat berbagai bentuk pengusiran, penindasan dan pengeboman oleh Zionis Israel dalam kurun waktu 10 tahun terakhir telah menelan ribuan korban jiwa warga sipil Palestina.
Dalam kesempatan tersebut, ustadz menegaskan bahwa sebagai bangsa Indonesia setidaknya kita punya tiga alasan mengapa kita perlu untuk membantu perjuangan warga palestina dalam memperjuangkan hak-hak kemerdekaannya untuk melepasakan diri dari belenggu Israel. Yang pertama adalah amanat konstitusi dalam pembukaan UUD 1945 yang berbunyi, “ Penjajahan harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan prikemanusiaan dan prikeadilan”, yang kedua Palestina merupakan negara pertama yang mengakui Indonesia secara defacto sebagai negara berdaulat pada tanggal 6 September 1944 dan disebarluaskan ke seluruh dunia oleh seorang Mufti besar Palestina yang Bernama Syeikh Muhammad Amin Al-Husaini. Yang ketiga adalah perkara kemanusiaan.
Dengan ketiga alasan ini, setidaknya menjadi alasan yang kuat bagi kita untuk senantiasa peduli dengan saudara-saudara kita yang berada di Palestina.




