
DALAM RANGKA MEMBERIKAN PELAYANAN TERBAIK BAGI PESERTA DIDIK, SMAN 1 KAYANGAN SELENGGARAKAN WORKSHOP “ PEMANFAATAN GOOGLE WORKSPACE FOR EDUCATION” UNTUK DEWAN GURU.
Wabah covid-19 telah banyak mengubah cara berfikir dan cara bekerja disegala bidang, tak terkecuali didunia pendidikan. Pembelajaran yang biasanya dilakukan di kelas, berubah menjadi pembelajaran di ruang maya.
Saat ini meskipun telah diberlakukannya tatap muka terbatas, akan tetapi secara kuantitas tidak mencukupi kebutuhan belajar peserta didik. Sehingga SMAN 1 Kayangan memadukan model pembelajaran antara pembelajaran tatap muka dan pembelajaran di ruang maya atau dikenal dengan Blanded Learning untuk memenuhi kuantitas dan kualitas belajar peserta didik.Model pembelajaran Blanded Learning tidak akan dapat berjalan dengan baik jika tidak ditopang dengan penguasaan teknologi yang menunjang penerapan model pembelajaran ini. Oleh karena itu, SMAN 1 Kayangan meyelenggarakan workshop pemanfaatan Google Workspace for Education untuk seluruh dewan guru.

Dengan penguasaan berbagai fitur Google Workspace For Education yang terintegrasi dengan akun pembelajaran, guru dapat mengkreasi pembelajaran yang lebih menarik dan disajikan dalam kelas digital, yakni melalui Google Classroom. Sehingga peserta didik dapat tercukupi kebutuhan belajarnya dengan waktu akses yang lebih dinamis.
Output dari workshop ini tak hanya melatih guru dalam menyiapakan materi pembelajaran. Akan tetapi, guru juga dilatih memanfaatkan berbagai fitur Google Workspace For Education untuk penilaian, baik peniliaian harian maupun Penilaian Akhir Semester.Workshop tersebut berlangsung selama dua hari, yakni mulai Selasa, 16 November sampai dengan Rabu 17 November 2021. Workshop yang dibuka oleh Kepala Cabang Dinas Dikbud Lombok Utara tersebut diikuti dengan antusias oleh guru SMAN 1 Kayangan sebagaimana harapan Kepala Sekolah saat memberikan sambutan di hari pertama. Beliau menekankan agar pelatihan ini tidak sekadar sebagai formalitas. Akan tetapi bagaimana pelatihan ini membuahkan hasil berupa kemampuan guru dalam memanfaatkan fitur Google Workspace for Education untuk mengelola pembelajaran digital. Sehingga model pembelajaran blended learning dapat berjalan dengan baik dalam rangka memberikan pelayanan terbaik bagi peserta didik.





