MONEV PROGRAM SABTU BUDAYA, KADIS DIKBUD DAN DIRJEN PSMA HADIR DI SMAN 1 KAYANGAN

Sebagai bentuk keseriusan mengawal Program Sabtu Budaya, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTB melakukan monitoring dan evaluasi (Monev) program Sabtu Budaya ke sekolah-sekolah Menengah, termasuk SMA Negeri 1 Kayangan. Di SMAN 1 Kayangan sendiri monev dijadwalkan pada Sabtu, 06 November 2021. Akan tetapi, Rombongan Dikbud (Kepala Dinas dan Jajarnnya) beserta Dirjen PSMA tiba pada Jumat 05 November 2021 menjelang Magrib.

Selepas sholat Magrib, rombongan disuguhkan dua buah video karya siswa/i SMAN 1 Kayangan, yakni video pelaksanaan Maulid Adat Wet Sesait dan Video Permainan Rakyat. Kedua video tersebut menggambarkan bagaimana kearifan lokal masih terpelihara dalam tatanan kehidupan bermasyarakat, khususnya di Kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Utara.

Usai menampilkan Video, rombongan Dikbud disambut dengan sebuah puisi dan tarian persembahan siswi-siswi SMAN 1 Kayangan. Kedua pertunjukan disuguhkan untuk melepas lelah para tamu yang hadir. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan makan malam bersama dan sarasehan.

Pada sarasehan ini, dibangun sebuah diskusi antara Kepala Dinas Dikbud NTB, kepala bidang, para kepala sekolah, pengawas beserta Ibu-ibu Dharma Wanita (DW) yang bersal dari Dikbud sendiri maupun DW SMAN 1 Kayangan. Dalam diskusi tersebut berlangsung pembahasan alot terkait pengembangan Pendidikan dan kebudayaan melalui program Sabtu Budaya di wilayah Nusa Tenggara Barat.

Pemaparan yang disampaikan oleh Kepala Dinas DIkbud NTB dalam kegiatan sarasehan tersebut, diantaranya bahwa pelaksanaan Program Sabtu Budaya dilakukan untuk menggali potensi-potensi yang ada, terutama potensi komparatif. Potensi komparatif yang dimaksudkan merupakan potensi-potensi khas dibidang seni dan kebudayaan yang dimiliki setiap daerah, sehingga dapat diklaim dan menjadi aset bagi daerah tersebut.

Kemudian beliau juga menyampaiakan bahwa Program Sabtu Budaya selain memiliki fungsi Pendidikan juga memiliki fungsi sosial, yakni bagaimana kegiatan pengembangan kebudayaan di sekolah melalui Program Sabtu Budaya agar terus diperkuat bersama masyarakat sehingga terjalin harmonisasi Pendidikan kebudayaan yang didapatkan oleh peserta didik di sekolah dengan apa yang di alami dalam kehidupan bermasyarakat. Kegiatan sarasehan berakhir sekitar pukul 22.30 WITA dan kemudian dilanjutkan dengan istirahat malam (menginap) di sekolah.

Keesokan harinya, Sabtu 06 November 2021, berbagai rangkaian kegiatan dipertunjukkan. Mulai dari acara seremonial maupun ekshibisi. Berbagai ekshibisi yang digelar antara lain: tari penyambutan khas daerah, tari sireh (tari khas kayangan), tari kreasi nusantara, permainan gasing, permainan selodor, permainan terompah, permainan engrang dan permainan peresean. Permainan Peresean dan tari sireh diiringi dengan gamelan. Dengan adanya Program Sabtu Budaya, berbagai kreatifitas dan keterampilan peserta didik dapat terwadahi. Sehingga mereka dapat mengekspresikan minat dan bakat yang mereka miliki pada suatu aktivitas positif. Hal ini tentu dapat membangun rasa percaya diri peserta didik dan memupuk rasa cinta pada keragaman budaya Nusantara.