
Sabtu, 16 Oktober 2021.
RAPI, sebuah kata positif yang menjadi akronim dari suatu kegiatan semacam rapat. Dicetuskan oleh kepala SMAN 1 Kayangan, H. Moch. Fatkoer Rohman. RAPI bisa dikatakan seperti rapat karena memang dalam kegiatan ini terdapat pertemuan langsung antara kepala sekolah dengan seluruh jajaran guru dan dengan suatu agenda pembahasan tertentu. Akan tetapi, yang membuatnya beda dengan rapat pada umumnya adalah dari segi penamaan dan konten pembahasan.
RAPI lebih dinamis dibanding rapat-rapat pada umumnya. Jika pada rapat, outputnya berupa suatu keputusan atau kesepakatan. Maka pada RAPI outputnya lebih dinamis, entah berupa kesepakatan atau dapat juga berupa sebuah pengalaman baru, pengetahuan baru dan keterampilan baru. Kepala sekolah berencana akan mengagendakan kegiatan RAPI ini secara rutin, yakni satu kali dalam sepekan.
Pada RAPI perdana ini, sebelum keagenda inti, kepala sekolah menyampaikan kepada seluruh jajaran guru, bahwa concern pembangunan SMAN 1 Kayangan pada tahap awal ini adalah pembangunan fisik, yakni penembokan dan taman. Baru setelah itu, berlanjut ke instalasi penunjang proses pembelajaran seperti instalasi jaringan internet yang dapat diakses dari seluruh kelas. Kepala sekolah kemudian menegaskan akan memorsikan lebih banyak agenda pembangunan SDM setelah agenda pembangunan fisik dan instalasi jaringan internet tersebut rampung.
Usai memberikan prolog, kepala sekolah menyampaikan bahwa kegiatan inti RAPI pada hari ini adalah Memaksimalkan pemanfaatan akun belajar. “Jika Bapak/Ibu tidak pernah tahu apa itu berlian, tiba-tiba Bapak/ibu dikasih berlian, kira-kira dianggap berharga tidak?” pertanyaan tersebut dilontarkan kepala sekolah untuk membuka topik inti pembahasan. Kemudian bapak/ibu guru yang hadir menjawab “tentu tidak”.
“Begitu juga dengan akun belajar. Kalau Bapak/Ibu tidak tau apa kegunaan akun belajar, tentu ini bukan merupakan suatu yang berharga bagi Bapak/Ibu. Oleh karena itu, hari ini Saya ingin Bapak/Ibu mengatahui apa kehebatan dan kegunaan akun belajar ini” lanjut beliau. Kemudian beliau bercerita pengalaman pribadi terkait kemudahan-kemudahan yang dirasakan dalam menggunakan akun belajar tersebut.
Kepala sekolah kemudian memaparkan bahwa akun belajar merupakan akun yang difasilitasi oleh Kemdikbud untuk seluruh guru di Indonesia. Sepintas akun ini layaknya seperti akun google pada umumnya, akan tetapi terdapat perbedaan dari segi nama domain dan kapasitas penyimpanan. Jika pada akun google biasa, kapasitas penyimpanan hanya 15 GB, maka pada akun belajar kapasitasnya tidak terbatas (unlimited), dan ini didapatkan secara gratis. Selain itu dengan akun belajar memungkinkan kita untuk mendapatkan lisensi pro secara gratis pada beberapa aplikasi, yang tidak kita dapatkan jika menggunakan akun google biasa, misalnya aplikasi Canva.
Setelah mengenalkan kelebihan-kelebihan akun belajar, Bapak Ibu/guru langsung diminta untuk memperaktikkan cara pengelolaan file pada google drive untuk akun belajar. Diantara yang dipraktikan adalah pengelolaan drive Bersama. Bagaiamana membuat folder, mengupload file dan seterusnya. Pada kesempatan ini juga, Bapak Ibu guru diminta untuk mengupload perngkat ke dalam drive Bersama agar mudah dikontrol oleh kepala sekolah.
Suasana rapat menjadi seperti suasana pelatihan, dimana ada pengalaman baru, pengetahuan baru dan saling berbagi informasi diantara Bapak/Ibu guru. Dengan agenda RAPI ini diharapkan dapat menjadi wadah untuk meningkatan pengalaman, pengetahuan, keterampilan dan sebagai media bertukar informasi untuk meningkatkan kapasitas guru secara merata dalam rangka mewujudkan mutu pembelajaran yang lebih baik kedepannya. (PPID.Smansaka.red).




