IMTAQ JUMAT : “ SHOLAT DHUHA PERTAMA DAN CINTA”

Pagi ini Jum’at 15 Oktober 2021 suasana agak berbeda dengan jumat sebelumnya, hampir separuh lapangan tertutup alas berbagai rupa. Terdengar suara seokan sapu saling bersahut, mengusir debu-debu yang menempel di atas alas.

Pengurus Osis dan Remus SMAN 1 Kayangan untuk kegiatan imtaq kali ini lebih sibuk dibanding biasanya. Mereka harus menyiapakan perlengkapan lebih, mulai dari menggelar alas, membersihkannya dan menyiapkan perlengkapan lain yang  dibutuhkan. Sementara siswa/i lain bergegas mengambil air wudhu di berbagai titik yang sudah disiapkan.

Satu persatu siswa/i mengisi lapangan di mana imtaq dilaksanakan. Sekilas, barisan siswa/i nampak seperti jamaah yang hendak sholat ied, karena pada hari ini mereka yang muslim diwajibkan membawa perlengkapan sholat, sementara bagi yang beragama lain membawa perlengkapan sesuai dengan kebutuhan ibadahnya.

Imtaq jumat kali ini berbeda dari sebelumnya, bahkan mungkin menjadi yang pertama kali sejak berdirinya sekolah ini.  Jumat ini menjadi hari bersejarah dimana pertama kali digelarnya sholat dhuha secara berjamaah bagi siswa/i dan Bapak Ibu Guru yang beragama muslim di lapangan sekolah.  

Kegiatan imtaq yang diawali sholat dhuha berjamaah ini bukanlah kegiatan yang ujug-ujug dilaksanakan, akan tetapi telah melalui serangkaian perdebatan dan pengkajian. Program yang pertama kali dicetuskan oleh wakil kepala sekolah bidang kesiswaan (Ir. Gemawan) ini merupakan suatu instrument sekolah untuk membina dan memupuk keimanan dan ketaqwan siswa/i yang beragama muslim, ditengah degradasi moral yang memprihatinkan ditengah masyarakat. Sementara untuk siswa/i yang beragama hindu, juga diberikan penyegaran dan pendalaman tentang pengetahuan keagamanya yang langsung dipandu oleh Drs. I Gede Suarya.

Seusai kegiatan sholat dhuha berjamaah, kegiatan imtaq dilanjutkan dengan pembacaan surah-surah pendek, mulai surah At-takassur sampai dengan surah An-Nas. Kemudian dilanjutkan dengan kultum yang dibawakan oleh salah seorang siswi kelas XII MIPA 2.

“ Indahnya malam dengan bulan purnama, indahnya taman dengan bunga, indahnya cincin dengan permata, indahnya manusia dengan budi bahasa, indahnya hidup dengan cinta. Maka dari itu saya akan membawakan kultum yang berjudul CINTA”.

Begitulah prolog sebagai pengantar kultum, dilontarakan oleh penceramah yang sontak membuat sorak siswa/i bergemuruh. Cinta memang sesuatu hal yang menggugah orang diam berbicara, orang lesu bersemangat, sesuatu yang mustahil menjadi riil. Penceramah kemudian mengajak seluruh hadirin untuk memahami  apa sebenarnya definisi cinta.

“ Sesuatu yang mampu mengubah duri jadi mawar, mengubah sakit jadi sehat, mengubah amarah menjadi ramah, mengubah kendang menjadi taman, dan yang terakhir mampu mengubah musibah jadi mahabbah itulah CINTA”

Begitulah definisi cinta yang disampaikan oleh penceramah. Lebih lanjut dikatakan bahwa cinta mesti ada pada setiap mahluk yang bernyawa khususnya manusia, karena cinta memang merupakan fitrah dari manusia.

Sebagai anak remaja yang cukup sensitif dengan kata “CINTA” ini, siswa/i yang hadir begitu khusyuk dan antusias memperhatikan apa yang disampaikan oleh penceramah. Dan diakhir kultumnya penceramah menyampaikan nasihat dengan mengutip hadits Nabi Muhammad SAW, yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah radiallahu’an :

 “Cintailah orang yang kau cinta dengan sewajarnya, boleh jadi suatu hari dia menjadi orang yang kau benci. Dan bencilah kepada orang yang kau benci sewajarnya, boleh jadi suatu hari dia yang kau benci menjadi orang yang kau cinta” (HR Tirmidzi). (PPID.Smansaka-red).