SERUNYA DAHSYAT…! PERMAINAN BALAP TEROMPAH DAN SELODOR ANTARA BAPAK-BAPAK GURU DENGAN EMAK- EMAK DARMA WANITA SMAN 1 KAYANGAN

Kali ini beda, sebuah pertunjukan yang  tidak biasa dipertontonkan pasca kegiatan senam gemar gatra. Pertunjukan yang dimaksud adalah  permainan rakyat dan olahraga tradisional. Biasanya, pertunjukan ini diperagakan oleh siswa/i, namun kali ini benar-benar unik, pertunjukan permainan rakyat dan olahraga tradisional  dihelatkan oleh kalangan guru dan Dharma Wanita SMAN 1 Kayangan.

Pertunjukan yang pertama adalah balap terompah antara Ibu-ibu dharma wanita dengan bapak-bapak guru termasuk kepala sekolah. Pertandingan lintas gender ini ternyata tak menjadi soal, pasalnya Ibu-ibu dharma wanita mampu mengimbangi pertandingan.

Mula-mula tim dari kalangan bapak-bapak dengan penuh percaya diri akan memenangkan pertandingan, bagaimana tidak, dari segi kekuatan fisik tentu kalangan bapak-bapak lebih unggul. Akan tetapi balap terompah ternyata tak hanya mengandalkan kekuatan fisik, butuh strategi dan kekompakan. Hal ini terbukti, pada dua babak pertama, kaum ibu-ibu memenangkan pertandingan.

Pada babak ke-tiga, rasa percaya diri kaum ibu-ibu meningkat drastis. Berbekal kemenangan pada dua babak sebelumnya, Ibu-ibu bertanding dengan kecepatan di atas angin. Bapak-bapakpun tak mau kalah, berusaha sekuat tenaga mengimbangi pertandingan demi mempertaruhkan harga diri. Namun apalah daya, rasa percaya diri kaum ibu-ibu sudah terlanjur membumbung  tinggi, kaum bapak-bapak tertinggal, tak sanggup beradu cepat.

Kaum ibu-ibu semakin menambah kecepatan meskipun sudah  cukup jauh mengungguli. Semangat mereka tampak semakin membuncah beraduk sedikit kepongahan, sehingga menyebabkan mereka sempoyongan dan terjungkal sebelum garis finish (“wkwkwk”red). Sorak disertai gelagak tawapun riuh terdengar dari kalangan penonton, sementara bapak-bapak yang menjadi rival akhirnya bernafas lega, tak lagi menjadi pecundang dalam pertandingan balap terompah.

Setelah balap terompah, pertunjukan dilanjutkan dengan permainan selodor. Sebelum permainan dimulai, kedua perwakilan tim melakukan suit (Bahasa Sasak) untuk menentukan tim mana yang akan menjadi  penjaga diawal permainan. Tim ibu-ibu diketuai langsung oleh ketua dharmawanita, Ibu Widyasmara. Sementara tim bapak-bapak diketuai kepala sekolah, Moch. Fatkoer Rohman.

Suit ternyata dimenangkan tim ibu-ibu, sehingga bapak-bapak menjadi penjaga diawal permainan. Permainan babak pertama dimulai, tampak bapak-bapak dan ibu-ibu begitu ceria, seolah kebahagiaan masa kecil mereka kembali terulangi disaat memainkan permaianan  serupa dimasa kecil mereka. Tim bapak-bapak begitu gesit dan lincah, sehingga tim ibu-ibu tak sanggup lolos dari penjagaan. Pertandingan berlangsung  tiga babak dan dimenangkan tim bapak-bapak.

Pertunjukan kedua permainan (balap terompah dan selodor) antara Ibu-ibu dharmawanita dengan bapak-bapak guru berhasil menarik atensi penonton dari kalangan siswa/i. Mereka memberikan support bahkan sorak dan tawa ketika melihat kelucuan adegan guru-gurunya dalam permainan. Dengan berbagai gelaran rutin kegiatan Sabtu Budaya, kini  kearifan lokal menjadi salah satu corak iklim yang hangat dalam atmosfer pembelajaran di SMAN 1 Kayangan. Hal ini tentu dapat memupuk rasa cinta terhadap unsur-unsur kedaerahan.  Rasa cinta ini  akan menjadi temali perajut kesatuan dalam menjaga keutuhan dan kepribadian bangsa dari cengkraman pengaruh-pengaruh negatif asing.