
Sabtu, 04 September 2021
Jika pekan lalu, kegiatan Sabtu Budaya diisi dengan senam gemar gatra, maka Sabtu Budaya edisi pekan ini, SMANSAKA menyelenggarakan kegiatan penguatan iman dan taqwa (IMTAQ). Kegiatan yang diorganisasi oleh anggota Remaja Musholla Sekolah (Remus) ini berlangsung selama kurang lebih 2 jam pelajaran dan bertempat di lapangan futsal sekolah. Kegiatan dibuka oleh MC tepat pukul 07.45 kemudain dilanjutkan dengan pembacaan tilawah oleh salah seorang siswi kelas X IPS 1, Jinatul. Setelah tilawah, penyampaian kultum disampaiakan oleh siswi XII MIPA 2 atas nama Mira dengan judul “Percaya Diri”. Dalam kultumnya, Mira menyampaiakan bahwa, “ Percaya diri merupakan salah satu indikator orang yang beriman dan bertaqwa”, kemudian untuk menguatkan pernyataannya Mira mengutip firman Allah Subahnahu Wata’ala, Qur’an Surrah Toha(20), Ayat ke-25 sampai dengan ayat ke-28, yang artinya:
“Dia (Musa) berkata, ‘Ya Tuhanku, lapangkanlah dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, agar mereka mengerti perkataanku”.
Mira kemudian menjelaskan maksud dari ayat tersebut, bahwa Nabi Musa menyadari betapa berat tugas yang Allah amanahkan kepadanya. sehingga nabi musa memerlukan mental dan percaya diri yang kuat agar bisa melaksanakan tugasnya dengan baik. Oleh karenanya dia (Nabi Musa) memohon kepada-Nya seraya berkata, ‘Ya Tuhanku, lapangkanlah dadaku sehingga jiwaku mampu menanggung tantangan tugasku, dan mudahkanlah untukku urusanku sehingga dakwahku tidak menemui kesulitan, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku yang menghalangi kelancaranku dalam menyampaikan pesan-Mu agar mereka mengerti perkataanku dengan baik’ ”.
Diakhir penyampaiannya, Mira berpesan kepada siswa/i lainnya agar berupaya menambah rasa percaya diri, serta menjaganya agar selalu ditempat puncak yg optimal dan sehat. Mira kemudian menutup kultumnya dan dilanjutkan dengan tanya jawab.
Imtaq kali ini sangat sepesial, karena selain diikuti siswa/i, Bapak ibu guru/TU dan Kepala Sekolah, dihadiri pula oleh Ibu D. B. Widyasmara Rahman, Ketua Darmawanita SMAN 1 Kayangan. Pada sesi tanya jawab beliau mengawali pertanyaan untuk memantik semangat bertanya siswa/i yang hadir. Pertanyaan yang beliau lontarkan adalah. “Bagaimana mengatasi ketidakpercayaan diri sendiri?”, kemudian pertanyaan tersebut dijawab oleh anggota remus yang lain, Dea Wizi, Siswi kelas XII MIPA 1, “ Untuk mengatasi ketidakpercayaan diri, maka kita harus percaya dan menyadari bahwa setiap orang memiliki kekurangan dan kelebihan, maka kita harus fokus untuk menggali kelebihan pada diri sendiri, kemudian kita juga harus menerima dan mencintai diri kita sendiri, sehingga dengan begitu rasa percaya diri kita akan terbangun” Jawab Dea. Setelah tanya jawab berakhir, MC memberikan kesempatan kepada kepala sekolah, Moch. Fatkoer Rohman untuk memberikan wejangan kepada para siswa/i.
Membuka wejangannya, kepala sekolah bertanya kepada siswa/i yang hadir, “Apa bunyi sila pertama pancasila?”, lalu siswa/i dengan lantang dan serentak menjawab. “Ketuhanan Yang Maha Esa”. Kemudian kepala sekolah menegaskan begitu pentingya urusan iman dan taqwa sampai-sampai diposisikan pada urutan pertama dalam dasar negara. Selanjutnya beliau menyampaikan bahwa pada kurikulum 2013, Ada beberapa hal yang menjadi ciri pendidikan abad-21 yang harus dimiliki oleh siswa/i, yakni Pendidikan karakter yang bermuara pada konsep iman dan taqwa, terdiri dari karakter kinerja dan karakter moral atau akhlak. “Karakter kinerja misalnya disiplin, tanggung jawab, komitmen. Sedangkan karakter moral atau akhlak diantaranya sopan santun, jujur, dan lain sebagainya” papar beliau. “Setelah karakter ini, barulah siswa/i dituntut untuk memiliki kompetensi 4K dan kemampuan literasi.” Sambung beliau.
Kepala sekolah yang kerap di sapa Pak Fatur ini, lebih jauh memaparkan bahwa kompetensi 4K itu adalah kritis, kreatif, kolaboratif, dan komunikatif. Sedangkan kemampuan literasi yang dimaksud adalah literasi membaca, literarasi menulis, literasi finansial, dan literasi digital. Seusai memaparkan terkait komponen kompetensi dan literasi, pak fatur memberikan penekanan pada salah satu komponen literasi, yakni literasi digital. Beliau mempersuasi siswa/i untuk benar-benar mempelajari dan menguasai teknologi digital, “Karena masa depan akan sangat bergantung pada teknologi ini” tukas beliau sambil memberikan contoh beerapa perusahaan-perusahan retail ternama seperti Giant dan Matahari harus gulung tikar karena kalah bersaing dengan Marketplace berbasis digital seperti Tokopedia, Lazada dan shopee.” Begitu juga dengan taksi-taksi konvensional kalah dengan Gojek dan Grab. Pokoknya Semua yang konvensional nantinya akan digilas oleh yang digital” Imbuh beliau mengakhiri pembicaraan.
Usai wejangan kepala sekolah, kgiatan imtaq ditutup dengan memanjatkan do’a kepada Sang Khalik. Pembacaan do’a dipimpin oleh Rivaldi Tamim, siswa kelas XII MIPA 1 . Tamim melapaskan basmalah sebagai pembuka do’a, kemudian Lantunan demi lantunan do’a, terlontar dari lisan Tamim, sementara siswa/i lainnya mengaminkan. Dipenghujung do’a tamim menutup dengan surah Alfatihah. Kegiatan imtak usai tepat pukul 08.30 WITA. (Tim PPID Red).




